Pentingnya
memelihara kesehatan gigi dan mulut
Kesehatan gigi dan mulut janganlah dianggap sepele karena
gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tubuh kita. Drg HS
Setyawan, MS dalam tulisannya yang berjudul Kesehatan Gigi Dan Mulut
Hubungannya Dengan Kesehatan Umum menyebutkan telah ada beberapa
laporan penelitian yang menghubungkan antara kondisi kesehatan
mulut dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Rees (1994) misalnya melaporkan
orang yang mempunyai penyakit penyangga gigi (periodontitis) berisiko
mengalami stroke hampir 3 kali lebih banyak dan mengalami PJK 2 kali lebih
banyak daripada orang yang jaringan penyangga giginya sehat.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan dugaan bahwa
penyakit jaringan penyangga gigi yang
disebabkan terutama oleh bakteri gram negarif akan mengeluarkan racun
(endotoksin) dan sitokin peradangan (sebagai komponen sistim
pertahanan tubuh) sehingga memicu terjadinya
pengapuran pembuluh darah (atherosklerosis) dan
penyumbatan pembuluh darah (thromboembolik) yang menyebabkan PJK.
Menurut World Health Organization
(WHO), pada 2012 ada sekitar 60-90 persen penduduk sebuah negara yang mengalami
gigi berlubang. Dan gigi berlubang adalah “investasi untuk penyakit-penyakit
kronis,” jelas Dr. drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS.
Dari berbagai penelitian
menunjukkan bahwa orang yang kurang memperhatikan atau menjaga kesehatan gigi
dan mulut dapat menyebabkan penyakit yang serius, gigi merupakan salah satu
bagian yang sangat penting pada tubuh manusia, jika gigi memiliki masalah, maka
kita akan kesulitan dalam berbicara, makan serta membuat hari-hari kita
terganggu, jika kita mengabaikan kesehatan gigi dan mulut maka kuman banyak
terdapat di dalam rongga mulut yang berakibat kerusakan gigi. Kerusakan berawal
dari karies dan peradangan berasal dari sisa-sisa makanan yang di biarkan yang
lama kelamaan akan menjadi pembusukan, yang mana kuman dalam rongga mulut
(lacto bacillus acidophilus) yang mengubah sisa makanan menjadi asam, selain
kuman baakteri juga berpengaruh dalam kesusakan dalam rongga mulut
(streptococcus mutans) bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada jaringan gusi
sehingga bias masuk kedalam aliran darah dan menyebabkan peradangan pada rongga
tubuh yang lain misalnya ginjal, sendi, sakit kepala yang berkepanjangan
dan organ tubuh lainnya.
Cara memelihara kesehatan gigi dan
mulut
1)
Menyikat gigi
Ø Pengertian menyikat gigi
Kebiasaan
rutinitas yang bertujuan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, dengan cara
Membersihkan kotoran yang lunak yang terdapat pada gusi dan gigi
Ø Tujuan menyikat gigi
·
Memelihara
kesehatan gigi dan mulut
·
Menjaga
nafas tetap segar
·
Menghilangkan
atau menghambat pertumbuhan plak
Ø Akibat tidak menyakat gigi
·
Bau
mulut
·
Mengakibatkan
gigi berlobang atau karies
·
Mengakibatkan
kalkulus atau karang gigi
Ø Gosoklah gigi
sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Frekuensi menyikat gigi yang tepat
adalah :
v Pagi setelah sarapan
v Malam hari sebelum tidur
Ø Sekali dalam
seminggu, berkumurlah dengan obat kumur. Ini dapat membantu mencegah terjadinya
plak dan karang gigi.Obat
kumur digunakan paling sedikit sekali sehari. Waktu yang paling tepat
menggunakan obat kumur adalah sebelum tidur karena obat kumur memberikan efek
antibakteri selama tidur saat aktivitas bakteri penyebab bau mulut meningkat.
Obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan mulut kering dan apabila
digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan mukosa mulut terkelupas. Oleh
karena itu, sebaiknya menggunakan obat kumur non-alkohol seperti yang
mengandung sodium sakarin. Penggunaan tidak perlu terlalu berlebihan, kurang
lebih 10-15 ml sudah cukup untuk membasahi seluruh permukaan mulut. Kumur
sekurang-kurangnya 1-2 menit. Jangan kumur langsung dari botol, karena apabila
tersentuh ludah, bahan akan terkontaminasi, sehingga bahan aktif selebihnya di
dalam botol dapat menjadi rusak, akibatnya tidak berguna lagi untuk pemakaian
selanjutnya. (Pintauli, 2008)
Ø Sikat gigi dengan
baik dan benar, yaitu dengan menjangkau ke seluruh permukaan gigi dengan arah
dari gusi ke gigi pergerakan sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan
jaringan gusi dan abrasi gigi, teknik menyikat gigi harus sederhana, tepat dan
efektif waktu.
Teknik menyikat
gigi ada 6
a. Teknik Vertical
Teknik
dengan kedua rahang tertutup, kemudiam perbukaan gigi disikat dengan gerakan ke
atas dan kebawah
b. Teknik horizontal
Menyikat
gigi dengan gerakan kedepan dan kebelakang, untuk permukaan oklusal gerakan
horizontal dapat dilakukan dan terbukti merupakan cara yang sesuai dengan
bentuk anatonis permukaan oklusal
c. Teknik roll atau modifikasi stillman
Bulu
sikat di tempatkan pada gusi sejauh mungkin dari permukaan oklusal dan sisi
bulu sikat digerakkan perlahan-lahan melalui permukaan gigi sehingga kepala
bulu sikat bergerak dengan lengkungan, gerakan ini di ulangi 8-12 kali setiap
daerah dengan sistematis sehingga tidak ada yang terlewat, cara ini terutama
sekali menghasilkan pemijitan gusi dan juga membersihkan sisa makanan dari
daerah interproksimal
d. Vibraatori teknik
v Teknik charter
Ujung-ujung
bulu sikat diletakkan pada permukaan gigi membentik sudut 45derajat mengarah ke oklusal
v Teknik stilman-McCall
Posisi
bulu sikat berlawanan dengan charter, sikat gigi di tempatkan sebagian pada
gigi dan sebagian pada gusi membentuk sudut 45 derajad mengarah ke apek
v Teknik bass
Sikat
di tempatkan dengan sudut 45 derajt terhadap sumbu panjang gigi mengarah ke
apikal dengan ujung-ujung bulu sikat pada tepi gusi
e. Teknik fones atau teknik sirkuler
Bulu
sikat ditempelkan tegak lurus pada permukaan bukal dan labial dengan gerakan
dalam lingkaran-lingkaran besar sehingga gigi dan gusi rahang atas dan rahang
bawah di sikat sekaligus
f. Teknik fisiologik
Untuk
teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu yang lunak, tangkai sikat gigi
dipegang secara horizontal dengan bulu sikat tegak lurus terhadap permukaan
gigi. Metode ini didasarkan atas anggapan bahwa penyikatan gigi harus
menyerupai jalannya makanan, yaitu dari mahkota kearah gusi.
. Cara menyikat gigi :
v Untuk gigi depan adalah dengan
gerakan keatas kebawah (teknik vertical)
v Untuk gigi samping luar dengan
gerakan maju mundur dan sedikat memutar (teknik fones atau teknik sirkuler)
v Untuk gigi bagian deretan pengunyah
adalah dengan gerakan maju mundur (teknik horizontal)
v Untuk gigi bagian dalam atas dan
bawah dengan gerakan mencongkel begitu pula gigi yang menghadap ke lidah dan
langit-langit (Teknik roll atau modifikasi stillman)
v Tidak lupa menggosok lidah
Ø Memilih sikat gigi
yang baik
v Tangkai : tangkai sikat harus enak
di pegang dan stabil, pegangan pegangan harus cukup lebar dan cukup tebal
v Kepala sikat : jangan terlalu besar,
untuk orang bewasa maksimal 25-29 mm x 10 mm, untuk anak-anak 15-24mm x 8 mm,
jika gigi molar kedua sudah erupsi maksimal 20 mm x 7 mm, untuk anak belita 18
mm x 7mm.
v Tekstur harus memungkinkan sikat
digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan lunak maupun jaringan keras.
Kekuatan bergantung pada diameter dan panjang filament, serta elastisitasnya,
sikat yang lunak tidak dapat membersihkan plak dengan efektif, sikat gigi
biasanya mempunyai 1600 bulu, panjang 11 mm, dan diameter 0,008 mm yang tersusun menjadi 0 rangkaian
bulu dalam 3 dan deretan
Ø Menggunakan alat bantu sikat gigi
yaitu benang gigi (dental floss)
Memilih
menggnakan dental floss daripada menggunakan tusuk gigi saat membersihkan sisa
makanan yang terselip di sela-sela gigi (inter dental area). Karena penggunaan tusuk gigi yang tidak
hati-hati dapat melukai gusi kita. Cara menggunakan dental floss di masukkan ke
dalam daerah interproksimal melalui titik kontak, perlahan-lahan dengan gerakan
gergaji. Lalu dilalukan gerakan keatas kebawah dengan gerakan gergaji sambil
menekan kepermukaan aproksimal dari gigi yang sedang di bersihkan, cara
selanjudnya sama seperti di atas, di mulai dari molar, terakhir sampai seluruh
permukaan interproksimal bersih.
2)
Makanan yang menyehatkan dan merusak gigi
Makanan yang mengandung zat tepung seperti kentang goring,
roti yang membuat plak pada gigi semakin tebal, dan
makanan yang manis seperti permen, coklat yang menyebabkan gula tersebut
menempel di gigi menjadi plak menimbulkan asam dan kelamaan mumbuat gigi
berlobang. Serta makanan yang bersifat asam, terlalu banyak mengkonsumsi asam
tidak bagus bagi kesehatan email makanan seperti lemon, jeruk dan tomat, yang
dapat mengikis enamel.
Serta perbanyak mengkonsumsi makanan yang
berserat seperti buah seperti buah apel, jambu biji, serta buah pir, karena
ketiga buah tersebut dapat meingkatkan proses produksi saliva yang bsa
menghilangkan noda secara bertahap, buah lainyya ialah buah nanas karena buah
ini bisa menghilangkan noda paa gigi secara alami dan sayuran contohnya wortel,
dan seletri dan mentimun,
selain itu biji wijen bias membantu untuk menggosok plak pada gigi.
3)
Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali
secara rutin. Jangan
menunggu ada keluhan baru pergi ke dokter gigi. Bukankah mencegah lebih baik
daripada mengobati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar