Senin, 15 Desember 2014

artikes kesehatan gigi dan mulut



Pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut

Kesehatan gigi dan mulut janganlah dianggap sepele karena gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tubuh kita. Drg HS Setyawan, MS dalam tulisannya yang berjudul Kesehatan Gigi Dan Mulut Hubungannya Dengan Kesehatan Umum menyebutkan telah  ada  beberapa  laporan  penelitian  yang menghubungkan antara kondisi kesehatan mulut dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Rees (1994) misalnya melaporkan orang  yang mempunyai penyakit penyangga gigi (periodontitis) berisiko mengalami stroke hampir 3 kali lebih banyak dan mengalami PJK 2 kali lebih banyak daripada orang yang jaringan penyangga giginya sehat.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan dugaan bahwa  penyakit  jaringan  penyangga  gigi  yang  disebabkan  terutama oleh bakteri gram negarif akan mengeluarkan racun (endotoksin) dan sitokin peradangan (sebagai  komponen  sistim  pertahanan  tubuh)  sehingga  memicu  terjadinya  pengapuran pembuluh  darah  (atherosklerosis)  dan  penyumbatan  pembuluh  darah (thromboembolik) yang menyebabkan PJK.
Menurut World Health Organization (WHO), pada 2012 ada sekitar 60-90 persen penduduk sebuah negara yang mengalami gigi berlubang. Dan gigi berlubang adalah “investasi untuk penyakit-penyakit kronis,” jelas Dr. drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS.

Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang memperhatikan atau menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan penyakit yang serius, gigi merupakan salah satu bagian yang sangat penting pada tubuh manusia, jika gigi memiliki masalah, maka kita akan kesulitan dalam berbicara, makan serta membuat hari-hari kita terganggu, jika kita mengabaikan kesehatan gigi dan mulut maka kuman banyak terdapat di dalam rongga mulut yang berakibat kerusakan gigi. Kerusakan berawal dari karies dan peradangan berasal dari sisa-sisa makanan yang di biarkan yang lama kelamaan akan menjadi pembusukan, yang mana kuman dalam rongga mulut (lacto bacillus acidophilus) yang mengubah sisa makanan menjadi asam, selain kuman baakteri juga berpengaruh dalam kesusakan dalam rongga mulut (streptococcus mutans) bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada jaringan gusi sehingga bias masuk kedalam aliran darah dan menyebabkan peradangan pada rongga tubuh yang lain misalnya ginjal, sendi, sakit kepala yang berkepanjangan dan  organ tubuh lainnya.
Cara memelihara kesehatan gigi dan mulut
1)      Menyikat gigi
Ø  Pengertian menyikat gigi
Kebiasaan rutinitas yang bertujuan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, dengan cara Membersihkan kotoran yang lunak yang terdapat pada gusi dan gigi
Ø  Tujuan menyikat gigi
·         Memelihara kesehatan gigi dan mulut
·         Menjaga nafas tetap segar
·         Menghilangkan atau menghambat pertumbuhan plak
Ø  Akibat tidak menyakat gigi
·         Bau mulut
·         Mengakibatkan gigi berlobang atau karies
·         Mengakibatkan kalkulus atau karang gigi
Ø  Gosoklah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Frekuensi menyikat gigi yang tepat adalah :
v  Pagi setelah sarapan
v  Malam hari sebelum tidur
Ø  Sekali dalam seminggu, berkumurlah dengan obat kumur. Ini dapat membantu mencegah terjadinya plak dan karang gigi.Obat kumur digunakan paling sedikit sekali sehari. Waktu yang paling tepat menggunakan obat kumur adalah sebelum tidur karena obat kumur memberikan efek antibakteri selama tidur saat aktivitas bakteri penyebab bau mulut meningkat. Obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan mulut kering dan apabila digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan mukosa mulut terkelupas. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan obat kumur non-alkohol seperti yang mengandung sodium sakarin. Penggunaan tidak perlu terlalu berlebihan, kurang lebih 10-15 ml sudah cukup untuk membasahi seluruh permukaan mulut. Kumur sekurang-kurangnya 1-2 menit. Jangan kumur langsung dari botol, karena apabila tersentuh ludah, bahan akan terkontaminasi, sehingga bahan aktif selebihnya di dalam botol dapat menjadi rusak, akibatnya tidak berguna lagi untuk pemakaian selanjutnya. (Pintauli, 2008)
Ø  Sikat gigi dengan baik dan benar, yaitu dengan menjangkau ke seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi pergerakan sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan abrasi gigi, teknik menyikat gigi harus sederhana, tepat dan efektif waktu.
Teknik menyikat gigi ada 6
a.       Teknik Vertical
Teknik dengan kedua rahang tertutup, kemudiam perbukaan gigi disikat dengan gerakan ke atas dan kebawah
b.      Teknik horizontal
Menyikat gigi dengan gerakan kedepan dan kebelakang, untuk permukaan oklusal gerakan horizontal dapat dilakukan dan terbukti merupakan cara yang sesuai dengan bentuk anatonis permukaan oklusal
c.       Teknik roll atau modifikasi stillman
Bulu sikat di tempatkan pada gusi sejauh mungkin dari permukaan oklusal dan sisi bulu sikat digerakkan perlahan-lahan melalui permukaan gigi sehingga kepala bulu sikat bergerak dengan lengkungan, gerakan ini di ulangi 8-12 kali setiap daerah dengan sistematis sehingga tidak ada yang terlewat, cara ini terutama sekali menghasilkan pemijitan gusi dan juga membersihkan sisa makanan dari daerah interproksimal
d.      Vibraatori teknik
v  Teknik charter
Ujung-ujung bulu sikat diletakkan pada permukaan gigi membentik sudut 45derajat  mengarah ke oklusal
v  Teknik stilman-McCall
Posisi bulu sikat berlawanan dengan charter, sikat gigi di tempatkan sebagian pada gigi dan sebagian pada gusi membentuk sudut 45 derajad mengarah ke apek
v  Teknik bass
Sikat di tempatkan dengan sudut 45 derajt terhadap sumbu panjang gigi mengarah ke apikal dengan ujung-ujung bulu sikat pada tepi gusi


e.       Teknik fones atau teknik sirkuler
Bulu sikat ditempelkan tegak lurus pada permukaan bukal dan labial dengan gerakan dalam lingkaran-lingkaran besar sehingga gigi dan gusi rahang atas dan rahang bawah di sikat sekaligus
f.       Teknik fisiologik
Untuk teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu yang lunak, tangkai sikat gigi dipegang secara horizontal dengan bulu sikat tegak lurus terhadap permukaan gigi. Metode ini didasarkan atas anggapan bahwa penyikatan gigi harus menyerupai jalannya makanan, yaitu dari mahkota kearah gusi.

 . Cara menyikat gigi :
v  Untuk gigi depan adalah dengan gerakan keatas kebawah (teknik vertical)
v  Untuk gigi samping luar dengan gerakan maju mundur dan sedikat memutar (teknik fones atau teknik sirkuler)
v  Untuk gigi bagian deretan pengunyah adalah dengan gerakan maju mundur (teknik horizontal)
v  Untuk gigi bagian dalam atas dan bawah dengan gerakan mencongkel begitu pula gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit (Teknik roll atau modifikasi stillman)
v  Tidak lupa menggosok lidah

Ø  Memilih sikat gigi yang baik
v  Tangkai : tangkai sikat harus enak di pegang dan stabil, pegangan pegangan harus cukup lebar dan cukup tebal
v  Kepala sikat : jangan terlalu besar, untuk orang bewasa maksimal 25-29 mm x 10 mm, untuk anak-anak 15-24mm x 8 mm, jika gigi molar kedua sudah erupsi maksimal 20 mm x 7 mm, untuk anak belita 18 mm x 7mm.
v  Tekstur harus memungkinkan sikat digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan lunak maupun jaringan keras. Kekuatan bergantung pada diameter dan panjang filament, serta elastisitasnya, sikat yang lunak tidak dapat membersihkan plak dengan efektif, sikat gigi biasanya mempunyai 1600 bulu, panjang 11 mm, dan diameter  0,008 mm yang tersusun menjadi 0 rangkaian bulu dalam 3 dan  deretan
Ø  Menggunakan alat bantu sikat gigi yaitu benang gigi (dental floss)
Memilih menggnakan dental floss daripada menggunakan tusuk gigi saat membersihkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi (inter dental area).  Karena penggunaan tusuk gigi yang tidak hati-hati dapat melukai gusi kita. Cara menggunakan dental floss di masukkan ke dalam daerah interproksimal melalui titik kontak, perlahan-lahan dengan gerakan gergaji. Lalu dilalukan gerakan keatas kebawah dengan gerakan gergaji sambil menekan kepermukaan aproksimal dari gigi yang sedang di bersihkan, cara selanjudnya sama seperti di atas, di mulai dari molar, terakhir sampai seluruh permukaan interproksimal bersih.

2)      Makanan yang menyehatkan dan merusak gigi
Makanan yang mengandung zat tepung seperti kentang goring, roti yang membuat plak pada gigi semakin tebal, dan makanan yang manis seperti permen, coklat yang menyebabkan gula tersebut menempel di gigi menjadi plak menimbulkan asam dan kelamaan mumbuat gigi berlobang. Serta makanan yang bersifat asam, terlalu banyak mengkonsumsi asam tidak bagus bagi kesehatan email makanan seperti lemon, jeruk dan tomat, yang dapat mengikis enamel.

Serta perbanyak mengkonsumsi makanan yang berserat seperti buah seperti buah apel, jambu biji, serta buah pir, karena ketiga buah tersebut dapat meingkatkan proses produksi saliva yang bsa menghilangkan noda secara bertahap, buah lainyya ialah buah nanas karena buah ini bisa menghilangkan noda paa gigi secara alami dan sayuran contohnya wortel, dan seletri dan mentimun, selain itu biji wijen bias membantu untuk menggosok plak pada gigi.

3)      Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali secara rutin. Jangan menunggu ada keluhan baru pergi ke dokter gigi. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar