ERUPSI GIGI PERMANEN
A. DEFINISI ERUPSI GIGI
Menurut Lew,
gigi dinyatakan erupsi jika tonjol gigi atau tepi insisal dari gigi muncul menembus
gingival dan tidak melebihi 3 mm di atas gingival level yang dihitung dari tepi
insisal gigi. Erupsi gigi adalah proses berkesinambungan meliputi perubahan posisi
gigi melalui beberapa tahap mulai pembentukan sampai muncul kearah oklusi dan kontak
dengan gigi antagonisnya/ lawannya (Lembaga penelitian UNPAD, 2006).
Sebagaimana kulit manusia, terutama kulitari yang mengalami pergantian terus menerus,
maka gigi juga mengalami hal seperti itu, namun tidak seperti yang terjadi pada
kulit tubuh kita (Shinta Margareta,
2012). Pergeseran gigi manusia terutamaterjadi
keara mesial tetapi pergerakan ini dapat ini juga komponen rotasi serta miring
dan erupsi reaktivasi. Pergeseran ke mesial terjadi sebagai akibat pertumbuhan
rahang atrisi permukaankontakin terproksimal gigi yang diikuti hilangnya kontur
permukaan ini juga hilanganya permukaan oklusi karena karies dan kontur restorasi
yang tidak tepat (Isnindiah Koerniarti,
2006)
Pertumbuhan gigi pada manusia mengalami
2 fase pergantian. Diawali dari pertumbuhan gigi susu yang lengakappada umur 3
tahun dengan jumlah 20 gigi, kemudian diganti dengan fase gigi tetap yang
diawali padausia 13 tahun keatas. Pertumbuhan gigi tetap ini menjadi lengkap setelah
jumlah gigi menjadi 32 gigi, sekitar umur 17-21 tahun. Fase diantara awal fase gigi
tetap sampai gigi tetap yang lengkap disebut fase gigi campur, yaitu umur 13-17
tahun. Seluruh gigi sulungakan di gantikan oleh gigi permanennya secara bertahap.
Gigi seri sulung diganti oleh gigi seri permanen, gigi taring sulung diganti
oleh gigi taring permanen, gigi geraham sulung di ganti oleh gigi gerahamkecil permanen.
Gigi gerahampermanen ( first molar ) erupsi di usia 6 tahun. Gigi
ini sering kali dianggap sebagai gigi sulung, padahal gigi permanen.Tanpa di
sadari, baik oleh anak maupun orang tua, gigi tersebut berlubang,
menimbulkan rasa nyeri, tidak bisa dirawat, dan akhirnya harus dicabut.
Anak akan kehilangan gigi geraham tersebut selamanya.
Gigi tetap atau permanen
adalah
gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu, jika gigi susu tanggal maka akan disusul
oleh tumbuhnya gigi tetap, namun apabila gigi tetap tanggal maka tidak akan tumbuh
gigi penggantinya lagi. Gigi permanen pada
orang dewasa berjumlah total 32 gigi. Namun
seiring waktu akibat kehilangan fungsinya, gigi geraham ke-3 tidak ada sehingga
beberapa individu hanya memiliki 28 gigi.
JADWAL
PERTUMBUHAN GIGI PERMANEN
|
Gigi
tetap
|
RahangBawah
|
Rahang
Atas
|
Jumlah
|
|
Gigi seri pertama
|
6-8 tahun
|
6,5 - 8,5 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi serikedua
|
6-8 tahun
|
6,5 - 8,5 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi taring
|
9 – 11 tahun
|
10 - 12tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi geraham kecil pertama
|
9,5 – 12 tahun
|
9,5 - 11,5 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi geraham kecil kedua
|
9,5 – 12 tahun
|
9,5 – 15 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi geraham besar pertama
|
6 – 7 tahun
|
6 – 7 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi geraham besar kedua
|
11 – 13 tahun
|
11,5 – 12,5 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Gigi geraham besar kedua
|
17 – 21 tahun
|
17 – 21 tahun
|
2 atas – 2 bawah
|
|
Total:
32 gigi
|
|
|
|
B.
FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI ERUPSI
1. Faktor
Genetik
Faktor genetic mempunyai pengaruh terbesar
dalam menetukan waktu dan urutan erupsi gigi yaitu sekitar 78% termasuk proses
kalsifikasi.
2. Factor
JenisKelamin
Pada umumnya waktu erupsi gigi anak
perempuan lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Perbedaan ini berkisr antara
1 hingga 6 bulan.Waktu erupsi gigi anak perempuan lebih cepat dibanding dengan anak
laki-laki disebabkan factor hormone yaitu estrogen yang memainkan peranan dalam
pertumbhan dan perkembangan sewaktu anak perempuan mencapai pubertas.
3. FaktorRas
Waktu erupsi gigi orang Eropa dan campuran
Amerika dengan Eropa lebih lambat waktu erupsi orang Amerika
berkulithitam dan Amerika Indian. Orang Amerika, Swiss, Perancis,
Inggris, da Swedi termasuk ras yang sama.
4. FaktorLingkungan
Faktor lingkungan tidak banyak mempengaruhi
pola erupsi, factor tersebutadala:
1) SosialEkonomi
Tingkat social ekonomi dapat mempengaruhi
keadaan nutrisi, kesehatan seseorang.Anak dengan tingkat ekonomi rendah cendrung
menunjukkan waktu erupsi gigi yang lebih lambat dibandingkan anak dengan
tingkat ekonomi menengah.
2) Nutrisi
3) Nutrisi
sebagai factor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi dan proses kalsifikasi.
Keterlambatan waktu erupsi gigi dapat kekurangan nutrisi, seperti vitamin D dan
gangguan kelenjar endokrin.
5. FaktorLokal
Fakto-faktor local yang dapat mempengaruhi
erupsi gigi adalah jarak gigi ketempat erupsi, malformasi gigi, persistensi gigi
desidui, adanya gigi berlebih, trauma terhadapbenih gigi mukosa gusi yang
menebal, ankilosis pada akar gigi, dan gig sulung yang tanggal sebelum waktunya.
6. FaktorPenyakit
Gangguan pada erupsi gigi desidui dan
gigi permanen dapat disebab kan oleh penyakit sistemik seperti down syndrome.
C.
GEJALA
DAN TANDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN ERUPSI GIGI (TEETHING) :
1. Produksi
air liur yang berlebihan dan air liur mengalir keluar mulut
2. Nyeri
3. Pendarahan
atau bekuan darah, kadang-kadang dijumpai pada lokasi erupsi
4. Demam
5. Infeksi
6. Tidurterganggu
Pentingnya
memelihara kesehatan gigi dan mulut
Kesehatan
gigi dan mulut janganlah dianggap sepele karena gigi dan mulut merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari tubuh kita. Drg HS Setyawan, MS dalam tulisannya
yang berjudul Kesehatan Gigi Dan Mulut Hubungannya Dengan Kesehatan Umum
menyebutkan telah ada beberapa laporan penelitian
yang menghubungkan antara kondisi kesehatan mulut dengan Penyakit Jantung Koroner
(PJK). Rees (1994) misalnya melaporkan orang yang mempunyai penyakit
penyangga gigi (periodontitis) berisiko mengalami stroke hampir 3 kali lebih
banyak dan mengalami PJK 2 kali lebih banyak daripada orang yang jaringan
penyangga giginya sehat.
Bahkan
beberapa penelitian menyebutkan dugaan bahwa penyakit
jaringan penyangga gigi yang disebabkan terutama
oleh bakteri gram negarif akan mengeluarkan racun (endotoksin) dan sitokin
peradangan (sebagai komponen sistim pertahanan
tubuh) sehingga memicu terjadinya pengapuran
pembuluh darah (atherosklerosis) dan penyumbatan
pembuluh darah (thromboembolik) yang menyebabkan PJK.
Menurut World Health Organization (WHO), pada 2012
ada sekitar 60-90 persen penduduk sebuah negara yang mengalami gigi berlubang.
Dan gigi berlubang adalah “investasi untuk penyakit-penyakit kronis,” jelas Dr.
drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS.
Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang
yang kurang memperhatikan atau menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat
menyebabkan penyakit yang serius, gigi merupakan salah satu bagian yang sangat
penting pada tubuh manusia, jika gigi memiliki masalah, maka kita akan kesulitan
dalam berbicara, makan serta membuat hari-hari kita terganggu, jika kita
mengabaikan kesehatan gigi dan mulut maka kuman banyak terdapat di dalam rongga
mulut yang berakibat kerusakan gigi. Kerusakan berawal dari karies dan
peradangan berasal dari sisa-sisa makanan yang di biarkan yang lama kelamaan
akan menjadi pembusukan, yang mana kuman dalam rongga mulut (lacto bacillus
acidophilus) yang mengubah sisa makanan menjadi asam, selain kuman baakteri
juga berpengaruh dalam kesusakan dalam rongga mulut (streptococcus mutans)
bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada jaringan gusi sehingga bias masuk
kedalam aliran darah dan menyebabkan peradangan pada rongga tubuh yang lain
misalnya ginjal, sendi, sakit kepala yang berkepanjangan dan organ tubuh lainnya.
Cara memelihara kesehatan gigi dan
mulut
1) Menyikat gigi
Ø Pengertian menyikat gigi
Kebiasaan
rutinitas yang bertujuan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, dengan cara
Membersihkan kotoran yang lunak yang terdapat pada gusi dan gigi
Ø Tujuan menyikat gigi
·
Memelihara
kesehatan gigi dan mulut
·
Menjaga
nafas tetap segar
·
Menghilangkan
atau menghambat pertumbuhan plak
Ø Akibat tidak menyakat gigi
·
Bau
mulut
·
Mengakibatkan
gigi berlobang atau karies
·
Mengakibatkan
kalkulus atau karang gigi
Ø Gosoklah gigi
sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Frekuensi
menyikat gigi yang tepat adalah :
v Pagi setelah sarapan
v Malam hari sebelum tidur
Ø Sekali dalam
seminggu, berkumurlah dengan obat kumur. Ini dapat membantu mencegah terjadinya
plak dan karang gigi.Obat
kumur digunakan paling sedikit sekali sehari. Waktu yang paling tepat
menggunakan obat kumur adalah sebelum tidur karena obat kumur memberikan efek
antibakteri selama tidur saat aktivitas bakteri penyebab bau mulut meningkat.
Obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan mulut kering dan apabila
digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan mukosa mulut terkelupas. Oleh
karena itu, sebaiknya menggunakan obat kumur non-alkohol seperti yang
mengandung sodium sakarin. Penggunaan tidak perlu terlalu berlebihan, kurang
lebih 10-15 ml sudah cukup untuk membasahi seluruh permukaan mulut. Kumur
sekurang-kurangnya 1-2 menit. Jangan kumur langsung dari botol, karena apabila
tersentuh ludah, bahan akan terkontaminasi, sehingga bahan aktif selebihnya di
dalam botol dapat menjadi rusak, akibatnya tidak berguna lagi untuk pemakaian
selanjutnya. (Pintauli, 2008)
Ø Sikat gigi dengan
baik dan benar, yaitu dengan menjangkau ke seluruh permukaan gigi dengan arah
dari gusi ke gigi pergerakan sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan
jaringan gusi dan abrasi gigi, teknik menyikat gigi harus sederhana, tepat dan
efektif waktu.
Teknik menyikat
gigi ada 6
a. Teknik Vertical
Teknik
dengan kedua rahang tertutup, kemudiam perbukaan gigi disikat dengan gerakan ke
atas dan kebawah
b. Teknik horizontal
Menyikat
gigi dengan gerakan kedepan dan kebelakang, untuk permukaan oklusal gerakan
horizontal dapat dilakukan dan terbukti merupakan cara yang sesuai dengan
bentuk anatonis permukaan oklusal
c. Teknik roll atau modifikasi stillman
Bulu
sikat di tempatkan pada gusi sejauh mungkin dari permukaan oklusal dan sisi
bulu sikat digerakkan perlahan-lahan melalui permukaan gigi sehingga kepala
bulu sikat bergerak dengan lengkungan, gerakan ini di ulangi 8-12 kali setiap
daerah dengan sistematis sehingga tidak ada yang terlewat, cara ini terutama
sekali menghasilkan pemijitan gusi dan juga membersihkan sisa makanan dari
daerah interproksimal
d. Vibraatori teknik
v Teknik charter
Ujung-ujung
bulu sikat diletakkan pada permukaan gigi membentik sudut 45derajat mengarah ke oklusal
v Teknik stilman-McCall
Posisi
bulu sikat berlawanan dengan charter, sikat gigi di tempatkan sebagian pada
gigi dan sebagian pada gusi membentuk sudut 45 derajad mengarah ke apek
v Teknik bass
Sikat
di tempatkan dengan sudut 45 derajt terhadap sumbu panjang gigi mengarah ke
apikal dengan ujung-ujung bulu sikat pada tepi gusi
e. Teknik fones atau teknik sirkuler
Bulu
sikat ditempelkan tegak lurus pada permukaan bukal dan labial dengan gerakan dalam
lingkaran-lingkaran besar sehingga gigi dan gusi rahang atas dan rahang bawah
di sikat sekaligus
f. Teknik fisiologik
Untuk
teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu yang lunak, tangkai sikat gigi
dipegang secara horizontal dengan bulu sikat tegak lurus terhadap permukaan
gigi. Metode ini didasarkan atas anggapan bahwa penyikatan gigi harus
menyerupai jalannya makanan, yaitu dari mahkota kearah gusi.
. Cara menyikat gigi :
v Untuk gigi depan adalah dengan
gerakan keatas kebawah (teknik vertical)
v Untuk gigi samping luar dengan
gerakan maju mundur dan sedikat memutar (teknik fones atau teknik sirkuler)
v Untuk gigi bagian deretan pengunyah
adalah dengan gerakan maju mundur (teknik horizontal)
v Untuk gigi bagian dalam atas dan
bawah dengan gerakan mencongkel begitu pula gigi yang menghadap ke lidah dan
langit-langit (Teknik roll atau modifikasi stillman)
v Tidak lupa menggosok lidah
Ø Memilih sikat gigi
yang baik
v Tangkai : tangkai sikat harus enak
di pegang dan stabil, pegangan pegangan harus cukup lebar dan cukup tebal
v Kepala sikat : jangan terlalu besar,
untuk orang bewasa maksimal 25-29 mm x 10 mm, untuk anak-anak 15-24mm x 8 mm,
jika gigi molar kedua sudah erupsi maksimal 20 mm x 7 mm, untuk anak belita 18
mm x 7mm.
v Tekstur harus memungkinkan sikat digunakan
dengan efektif tanpa merusak jaringan lunak maupun jaringan keras. Kekuatan
bergantung pada diameter dan panjang filament, serta elastisitasnya, sikat yang
lunak tidak dapat membersihkan plak dengan efektif, sikat gigi biasanya
mempunyai 1600 bulu, panjang 11 mm, dan diameter 0,008 mm yang tersusun menjadi 0 rangkaian
bulu dalam 3 dan deretan
Ø Menggunakan alat bantu sikat gigi
yaitu benang gigi (dental floss)
Memilih
menggnakan dental floss daripada menggunakan tusuk gigi saat membersihkan sisa
makanan yang terselip di sela-sela gigi (inter dental area). Karena penggunaan tusuk gigi yang tidak
hati-hati dapat melukai gusi kita. Cara menggunakan dental floss di masukkan ke
dalam daerah interproksimal melalui titik kontak, perlahan-lahan dengan gerakan
gergaji. Lalu dilalukan gerakan keatas kebawah dengan gerakan gergaji sambil
menekan kepermukaan aproksimal dari gigi yang sedang di bersihkan, cara
selanjudnya sama seperti di atas, di mulai dari molar, terakhir sampai seluruh
permukaan interproksimal bersih.
2) Makanan yang
menyehatkan dan merusak gigi
Makanan yang mengandung zat tepung seperti kentang goring, roti yang membuat plak
pada gigi semakin tebal, dan makanan yang manis
seperti permen, coklat yang menyebabkan gula tersebut menempel di gigi menjadi
plak menimbulkan asam dan kelamaan mumbuat gigi berlobang. Serta makanan yang
bersifat asam, terlalu banyak mengkonsumsi asam tidak bagus bagi kesehatan
email makanan seperti lemon, jeruk dan tomat, yang dapat mengikis enamel.
Serta perbanyak mengkonsumsi makanan yang berserat seperti
buah seperti buah apel, jambu biji, serta buah pir, karena ketiga buah tersebut
dapat meingkatkan proses produksi saliva yang bsa menghilangkan noda secara
bertahap, buah lainyya ialah buah nanas karena buah ini bisa menghilangkan noda
paa gigi secara alami dan sayuran contohnya wortel, dan seletri dan mentimun, selain itu biji wijen bias membantu
untuk menggosok plak pada gigi.
3) Lakukan pemeriksaan
ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali secara rutin. Jangan menunggu ada keluhan baru
pergi ke dokter gigi. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati
KARIES GIGI
A.
PENGERTIAN
Karies gigi adalah suatu penyakit
infeksi/ pembusukan yang terjadi
pada gigi disebabkan pembentukan
plak keriogenik pada permukaan gigi yang menyebabkan demineralisasi pada gigi
(demineralisasi pada gigi terjadi pada pH 5,5), demineralisasi terjadi dari
hasil interaksi dari bakteri di permukaan gigi, plak atau biofilm dan diet,
khususnya komponen kabohidrat yang dapat difermentasikan oleh bakteri plak
menjadi asam, terutama asam latat dan asetat sehingga terjadi demineralisasi
jaringan keras gigi dan memerlukan cukup waktu untuk kejadiannya.
B.
MAKANAN, MINUMAN DAN KEBIASAAN BURUK YANG DAPAT MENGAKIBATKAN KARIES GIGI
ü Buah
kering
Agar lebih awet banyak buah dikeringkan. Jenis buah yang sering digunakan adalah anggur dan kurma. Teksturnya lengket dan mengandung banyak gula. Jika terlalu banyak dikonsumsi, gula pada buah kering dapat berubah menjadi bakteri di mulut dan meningkatkan risiko pengeroposan gigi.
Agar lebih awet banyak buah dikeringkan. Jenis buah yang sering digunakan adalah anggur dan kurma. Teksturnya lengket dan mengandung banyak gula. Jika terlalu banyak dikonsumsi, gula pada buah kering dapat berubah menjadi bakteri di mulut dan meningkatkan risiko pengeroposan gigi.
ü Minuman bersoda
Rasanya yang manis dan menyegarkan disukai banyak orang. Sayangnya jika air manis ini mengendap lama di mulut, dapat membuat gigi menjadi keropos dan berlubang. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
Rasanya yang manis dan menyegarkan disukai banyak orang. Sayangnya jika air manis ini mengendap lama di mulut, dapat membuat gigi menjadi keropos dan berlubang. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
ü Minuman beralkohol
Minuman beralkohol juga dapat merusak gigi. Pasalnya, minuman ini dapat menurunkan produksi air liur. Jika air liur berkurang maka partikel makanan yang tersisa di mulut sulit dibersihkan. Dengan begitu gigi dan gusipun bisa cepat rusak.
Minuman beralkohol juga dapat merusak gigi. Pasalnya, minuman ini dapat menurunkan produksi air liur. Jika air liur berkurang maka partikel makanan yang tersisa di mulut sulit dibersihkan. Dengan begitu gigi dan gusipun bisa cepat rusak.
ü Jeruk
Rasa asam pada jeruk juga bisa merusak gigi. Kandungan asam yang terserap ke sela-sela gigi akan tersimpan lama dan menyebabkan gigi berlubang. Jika tak ingin gigi menjadi rusak, sebaiknya segera minum air putih untuk membersihkan asam yang tersisa di mulut.
Rasa asam pada jeruk juga bisa merusak gigi. Kandungan asam yang terserap ke sela-sela gigi akan tersimpan lama dan menyebabkan gigi berlubang. Jika tak ingin gigi menjadi rusak, sebaiknya segera minum air putih untuk membersihkan asam yang tersisa di mulut.
ü Melakukan sikat
gigi yang jarang
Kebiasaan masyarakat yang vmenyepelekan
menggosok gigi secara teratur, pada umunya rata-rata masyarakat menggosok
giginya pada pagi hari saja dan malam akan tidur tidak melakukan gosok gigi,
ini slah satu contoh yang dapat menyebabkan gigi berlubang atau karies gigi
C.MAKANAN, MINUMAN DAN TINDAKAN/ KEBIASAAN YANG MENYEHATKAN GIGI DAN TANPA
MENYEBABKAN GIGI KARIES
1. Paprika
Paprika yang
memiliki beberapa varian warna ini memiliki kandungan vitamin C yang sangat
tinggi. Jika Paprika dimakan langsung tanpa dimasak, khasiatnya akan lebih
terasa bagi gusi dan gigi Anda. Sebab paprika dapat membersihkan sisa-sisa
makanan pada mulut Anda. Dan menurangi gigi terjangkit dengan karies
gigi
2. Teh
Hijau Tanpa Gula
Teh hijau sangat
baik diminum sehabis makan, karena ekstrak daun teh-nya mampu membersihkan
kotoran-kotoran sisa makanan yang masih suka tersangkut di dalam mulut. Tapi
jangan tambahkan gula dalam teh hijau tersebut, sebab kandungan gula dapat
merusak lapisan gigi jika di konsumsi terus menerus. Oleh sebab itu, hindarilah
minuman/makanan yang manis atau mengandung pemanis buatan yang berlebihan.
3. Ikan
Salmon
Salmon adalah ikan
yang memiliki kandungan gizi paling tinggi diantara jenis ikan lainnya. Salmon
kaya akan vitamin D yang baik bagi perlindungan untuk gusi dan gigi. Salmon ini
tetap dapat dinikmati walau tanpa dimasak. rasanya juga cukup enak, walau
harganya sedikit mahal tapi sungguh tak ada salahnya sekali-kali makan ikan
salmon karena khasiatnya luar biasa.
4. Brokoli
Sayuran brokoli
sangat bagus untuk mencegah gusi berdarah karena kandungan vitamin C nya yang
banyak.
D.TIPS MENJAGA GIGI DARI KARIES/
LUBANG GIGI
·
Sikat
gigi dengan pasta gigi berflouride dua kali sehari pada pagi hari setelah
sarapan dan malam hari sebelum tidur
·
Hindari makanan yang terlalumanis dan lengket
juga kurangi minum minuman yang manis dan bersoda
·
Penggunaan flouridebaik secara local maupun
sistemik
·
Lakukan kunjungan ke dokter gigi atau perawat
gigi tiap 6 bulan sekali
BAU MULUT
A.
Pengertian Bau Mulut
Bau mulut merupakan keluhan yang umum dan populer di kenal sebagai nafas yang berbau menyengat, seperti nafas bau sementara termasuk sesudah makan sesuatu, seperti bawang putih atau bawang merah dan beberapa obat-obat, seperti Paraldehyde.
Halitosis adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan bau yang mempunyai sumber di dalam rongga mulut atau di luar rongga mulut.
Bau mulut merupakan keluhan yang umum dan populer di kenal sebagai nafas yang berbau menyengat, seperti nafas bau sementara termasuk sesudah makan sesuatu, seperti bawang putih atau bawang merah dan beberapa obat-obat, seperti Paraldehyde.
Halitosis adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan bau yang mempunyai sumber di dalam rongga mulut atau di luar rongga mulut.
C. Penyebab Bau Mulut
Penyebab bau Mulut disebabkan
oleh 2 faktor. Yaitu faktor yang
berasal dari mulut itu sendiri dan faktor yang tidak berasal dari mulut.
Penyebab bau mulut terkadang memang sangat
membingungkan. Meskipun rongga mulut tidak bermasalah, gigi dan gusi terawat,
kebersihan mulut terjaga, sudah menghindari makanan yang berbau, tidak ada
penyakit sistemik, tapi masih saja mulut mengeluarkan bau tidak sedap.
Penyakit mulut berbau ini dalam ilmu kedokteran dikenal dengan istilah
Halitosis. Halitosis adalah
suatu keadaan terciumnya bau mulut pada
saat seseorang mengeluarkan nafas, biasanya tercium saat berbicara. Tingkat
halitosis saat ini dapat diukur dengan alat Halitometer.
FAKTOR PENYEBAB BAU MULUT
1.
Faktor Yang bersumber dari dalam mulut
·
Kebersihan mulut dan gigi
·
Jenis makanan yang dimakan
·
Penyakit pada gigi, mulut dan gusi.
2.
Faktor Yang bersumber bukan dari dalam mulut
·
Penyakit sistemik seperti penyakit
ginjal, sirosis hepatis, diabetes melitus, TBC paru
·
Penyakit pada saluran pencernaan
C.Pencegahan Bau Mulut
1. Hal pertama adalah senantiasa menjaga kesehatan mulut
dengan cara menggosok gigi secara rutin pada pagi hari atau habis sahur dan
sebelum tidur. Pada saat menggosok gigi usahakan untuk menggosok bagian
langit-langit mulut kita dan juga lidah, karena biasanya sisa-sisa makanan
biasa nempel dibagian-bagian tersebut.
2. Usahakan untuk hindari makanan yang berbau/menyengat
seperti bawang, durian, atau petai.
3. Perbanyaklah minum air putih berguna untuk menjaga
keseimbangan air dalam tubuh.
4. Mengkonsumsi makanan probiotik, berguna mencegah bau
mulut dan membantu kesehatan pencernaan.
5. Sebaiknya menghindari alkohol dan rokok karena hal
tidak ada gunanya, semuanya itu dapat memicu terjadinya periodontitis dan
gingivitis yang memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, alkohol dapat
mengurangi produksi air liur yang mengakibatkan semakin cepatnya perkembangan
bakteri.
6. Senantiasa mengkonsumsi buah dan sayuran seperti apel,
wortel, bengkuang. Pada saat anda berbuka disarankan untuk mengkonsumsi buah.
7. Bahan-bahan seperti ketumbar, mint, tarragon, kayu
putih, rosemary dan kapulaga dapat menangkal dan memerangi bau mulut.
8. Konsumsi keju dapat memerangi bakteri dalam mulut
kita, karena keju kaya akan kalsium, rendah karbohidrat, dan mengandung fosfat
sehingga bermanfaat untuk meningkatkan produksi air liur, dan mengurangi
pertumbuhan karang gigi.
9. Konsumsi vitamin C juga dapat mengatasi bau mulut,
karena dapat vitamin C dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi
pertumbuhan bakteri. Dapatkan vitamin C dari buah dan makanan lain, jangan dari
suplemen, karena itu hanya justru memperparah bau mulut.
10. Dan yang terakhir, sebaiknya jangan terlalu sering
menggunakan obat kumur.
D. Pengobatan Bau Mulut
Langkah
pengobatan tersebut antara lain:
·
Rajin merawat
kebersihan gigi.
·
Menjauhi
kebiasaan merokok.
·
Sering mengunyah
permen karet yang dilengkapi mint agar mulut selalu segar.
·
Berkumur setelah
makan atau minum produk susu, ikan atau daging.Menjauhi bebrapa makanan
tertentu juga bisa menjauhkan bau mulut.
·
Perbanyak
menyantap lalapan atau sayuran dan juga buah-buahan segar agar pencernaan lebih
lancar. Perbanyak pula olahraga untuk merangsang metabolism tubuh, ingat,
metabolism yang terganggu akan membuat makanan menumpuk dalam perut dan
menyebabkan bau pada nafas
Makanan yang menyehatkan gigi:
1.
Teh Hijau.
Teh hijau memiliki senyawa yang sangat bermanfaat bagi gigi, antioksidan alaminya mencegah plak terakumulasi sehingga mengurangi resiko gigi berlubang dan bau mulut. Beberapa jenis teh hijau bahkan mengandung fluoride yang dapat melindungi gigi dari kerusakan.
Teh hijau memiliki senyawa yang sangat bermanfaat bagi gigi, antioksidan alaminya mencegah plak terakumulasi sehingga mengurangi resiko gigi berlubang dan bau mulut. Beberapa jenis teh hijau bahkan mengandung fluoride yang dapat melindungi gigi dari kerusakan.
2.
Produk susu dan yogurt rendah lemak dan gula
Susu dan yogurt selain minuman sehat dapat membantu mengurangi resiko erosi pada gigi karena kaya kalsium.
Susu dan yogurt selain minuman sehat dapat membantu mengurangi resiko erosi pada gigi karena kaya kalsium.
3.
Keju
Keju adalah produk turunan dari susu yang memiliki manfaat yang signifikan karena mengandung fosfat dan kalsium. Selain itu keju membantu menyeimbangkan tingkat keasaman atau pH dalam mulut, menghasilkan air liur yang lebih banyak dan membangun kembali enamel gigi, serta membunuh bakteria penyebab gigi berlubang dan penyakit gusi.
Keju adalah produk turunan dari susu yang memiliki manfaat yang signifikan karena mengandung fosfat dan kalsium. Selain itu keju membantu menyeimbangkan tingkat keasaman atau pH dalam mulut, menghasilkan air liur yang lebih banyak dan membangun kembali enamel gigi, serta membunuh bakteria penyebab gigi berlubang dan penyakit gusi.
4.Buah-buahan
Buah yang dimakan mentah dapat mengurangi plak dan memijat gusi Anda. Pilihlah buah-buahan yang kaya vitamin C, karena jika Anda kekurangan vitamin C dapat menyebabkan gigi dan gusi lebih rentan terhadap penyakit.
Buah yang dimakan mentah dapat mengurangi plak dan memijat gusi Anda. Pilihlah buah-buahan yang kaya vitamin C, karena jika Anda kekurangan vitamin C dapat menyebabkan gigi dan gusi lebih rentan terhadap penyakit.
5.
Sayuran
Sayuran seperti brokoli, wortel, ubi jalar, dan labu kaya akan vitamin A yang baik untuk membangun enamel gigi. Akan sangat baik jika memakannya mentah.
Sayuran seperti brokoli, wortel, ubi jalar, dan labu kaya akan vitamin A yang baik untuk membangun enamel gigi. Akan sangat baik jika memakannya mentah.
6.
Bawang merah
Bawang kaya akan senyawa belerang yang merupakan anti bakteri yang kuat, dapat membunuh bakteri yang membahayakan gigi dan gusi. Namun memakan bawang mentah memberi efek samping, yaitu bau.
Bawang kaya akan senyawa belerang yang merupakan anti bakteri yang kuat, dapat membunuh bakteri yang membahayakan gigi dan gusi. Namun memakan bawang mentah memberi efek samping, yaitu bau.
7.
Seledri
Seledri adalah teman bagi para dokter gigi, mengapa? Karena makan seledri mentah akan membantu membersihkan gigi Anda dan membuat mulut memproduksi banyak air liur yang menetralkan bakteria penyebab gigi berlubang.
Seledri adalah teman bagi para dokter gigi, mengapa? Karena makan seledri mentah akan membantu membersihkan gigi Anda dan membuat mulut memproduksi banyak air liur yang menetralkan bakteria penyebab gigi berlubang.
8.
Biji wijen
Biji wijen yang dikombinasikan dengan roti dan bolu gulung dapat melarutkan plak serta membantu menjaga email gigi. Biji wijen yang lezat ini juga kaya kalsium yang menjaga gigi dan rahang tetap sehat.
Biji wijen yang dikombinasikan dengan roti dan bolu gulung dapat melarutkan plak serta membantu menjaga email gigi. Biji wijen yang lezat ini juga kaya kalsium yang menjaga gigi dan rahang tetap sehat.
9.
Protein
Protein hewani seperti daging sapi, ayam, telur dan kalkun kaya akan fosfor, kalsium dan vitamin D. Pastikan Anda mengkonsumsi protein yang cukup setiap hari.
Protein hewani seperti daging sapi, ayam, telur dan kalkun kaya akan fosfor, kalsium dan vitamin D. Pastikan Anda mengkonsumsi protein yang cukup setiap hari.
10.
Air
Air bukan saja memberi kehidupan saat meminumnya, namun saat berkumur air membersihkan mulit sehingga air liur dapat memelihara gusi dan gigi dengan baik.
Air bukan saja memberi kehidupan saat meminumnya, namun saat berkumur air membersihkan mulit sehingga air liur dapat memelihara gusi dan gigi dengan baik.
Makanan
yang menyehatkan gigi dan mulut.
Jenis
makanan yang di sarankan:
·
Kaya fosfor dan kalsium.
Daging ayam, daging sapi, kacang-kacangan, keju, dan susu.Jenis makanan ini
dapat melindungi enamel gigi dengan memberikan kalsium dan fosfor yang
dibutuhkan untuk proses remineralisasi gigi, yaitu proses alami di mana mineral
disimpan kembali dalam enamel gigi yang sebelumnya terlepas karena asam.
·
Kaya kandungan air. Buah
yang renyah, seperti apel, pir, dan sayur-sayuran seperti seledri. Buah atau
sayuran dengan kandungan air yang tinggi mampu mengurangi efek gula dan
menstimulasi pengeluaran air liur (saliva). Air liur dapat membantu melindungi
terjadinya pembusukan gigi dengan cara membawa sisa makanan dari gigi dan
mengurangi keasaman mulut. Oleh karena itu, buah dan sayur dikenal sebagai
"sikat gigi alami.”
·
Kaya kandungan vitamin C.
Jeruk, nanas, pepaya, sirsak, stroberi, belimbing, jambu biji, dan kiwi.
Penelitian menunjukkan, kurang vitamin C memiliki risiko terkena radang gigi
dan gusi yang lebih besar. Kekurangan vitamin C menyebabkan kurangnya
pembentukan jaringan kolagen di mulut, terutama di gusi, menurunkan respons
sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada
gusi, lebih banyak plak dan gigi yang karies (berlubang).
·
Kaya kandungan vitamin B dan asam
folat. Sayuran hijau dan whole wheat. Cukup vitamin
B akan mengalami penyembuhan luka gusi yang lebih cepat. Jumlah folat yang rendah
dalam darah juga menandakan risiko seseorang mengalami penyakit gigi dan mulut.
Catatan: Tepung putih cenderung rendah vitamin B.
·
Kaya komponn isotiosinat.
Hanya ada pada lobak yang mempunyai komponen isothiocyanate yang memiliki
aktivitas antibakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini dikenal sebagai salah
satu bakteri yang menjadi pemicu plak (karang gigi) dan radang gigi sehingga
gigi berisiko keropos.
·
Kaya mineral dan kalsium. Minyak
wijen. Kandungan kalsium dalam wijen cukup tinggi. Di
India dikenal terapi kumur minyak wijen. Terapi ini dilakukan dengan berkumur
selama 3–20 menit dengan 1 sendok makan minyak wijen setiap hari, dan dipercaya
berkhasiat untuk melindungi gigi dari pembentukan karang–plak. Minyak wijen
bermanfaat sebagai antibakteri yang berperan dalam pembentukan plak-karang
gigi, sehingga melindungi dari terjadinya karies gigi.
·
Kaya polifenol. Teh
hitam dan teh hijau. Polyphenol dapat menekan pertumbuhan bakteri pembentuk
plak gigi, mencegah radanga gigi dan gusi. Teh juga banyak mengandung fluoride
yang dapat memperkuat gigi. Penelitian juga menunjukkan, membiarkan teh dalam
mulut selama 2–5 menit dapat meningkatkan kapasitas antioksidan air liur.
Sebaiknya, konsumsi teh tanpa gula.
·
Kaya lentinan.
Jamur shiitake. Menurut penelitian dalam jurnal Caries Research, jamur
shiitake menghambat 2 jenis bakteri di mulut yang berperan dalam pembentukan
plak gigi dan radang gusi. Komponen-komponen yang diduga berperan dalam jamur
shiitake adalah lenthionine, lentinan, dan turunan disulfida.
·
Kaya antioksidan.
Anggur, jeruk, stroberi, kiwi. Antioksidan, misalnya vitamin C, beta karoten,
dan vitamin E dapat menetralkan radikal bebas sehingga jaringan gusi tetap
terjaga. Vitamin E juga mampu mengurangi radang gigi dan gusi serta
pemecahan jaringan kolagen di mulut. Konsumsi 2 buah anggur segar setiap hari
dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri yang menempel
di gusi.
Makanan
yang bisa merusak gigi
Makanan
bernutrisi tidak selalu baik untuk kesehatan. Seperti buah jeruk, meskipun
mengandung tinggi vitamin C ternyata rasa asamnya bisa merusak gigi. Juga bisa
menyebabkan pengeroposan dan gigi berlubang.
Berikut lima jenis makanan yang dapat merusak gigi.
1. Buah kering
Agar lebih awet banyak buah dikeringkan. Jenis buah yang sering digunakan adalah anggur dan kurma. Teksturnya lengket dan mengandung banyak gula. Jika terlalu banyak dikonsumsi, gula pada buah kering dapat berubah menjadi bakteri di mulut dan meningkatkan risiko pengeroposan gigi.
2. Minuman bersoda
Rasanya yang manis dan menyegarkan disukai banyak orang. Sayangnya jika air manis ini mengendap lama di mulut, dapat membuat gigi menjadi keropos dan berlubang. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
3. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol juga dapat merusak gigi. Pasalnya, minuman ini dapat menurunkan produksi air liur. Jika air liur berkurang maka partikel makanan yang tersisa di mulut sulit dibersihkan. Dengan begitu gigi dan gusipun bisa cepat rusak.
4. Jeruk
Rasa asam pada jeruk juga bisa merusak gigi. Kandungan asam yang terserap ke sela-sela gigi akan tersimpan lama dan menyebabkan gigi berlibang. Jika tak ingin gigi menjadi rusak, sebaiknya segera minum air putih untuk membersihkan asam yang tersisa di mulut.
5. Makanan bertepung
Makanan yang dilapisi tepung umumnya digoreng hingga kering. Meskipun terasa renyah dan enak di mulut, ternyata makanan ini dapat menimbulkan bakteri yang membentuk plak gigi. Terlebih jika makanan tersebut masih panas atau baru matang, bisa-bisa gigi menjadi cepat rusak dan mudah ngilu.
Berikut lima jenis makanan yang dapat merusak gigi.
1. Buah kering
Agar lebih awet banyak buah dikeringkan. Jenis buah yang sering digunakan adalah anggur dan kurma. Teksturnya lengket dan mengandung banyak gula. Jika terlalu banyak dikonsumsi, gula pada buah kering dapat berubah menjadi bakteri di mulut dan meningkatkan risiko pengeroposan gigi.
2. Minuman bersoda
Rasanya yang manis dan menyegarkan disukai banyak orang. Sayangnya jika air manis ini mengendap lama di mulut, dapat membuat gigi menjadi keropos dan berlubang. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
3. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol juga dapat merusak gigi. Pasalnya, minuman ini dapat menurunkan produksi air liur. Jika air liur berkurang maka partikel makanan yang tersisa di mulut sulit dibersihkan. Dengan begitu gigi dan gusipun bisa cepat rusak.
4. Jeruk
Rasa asam pada jeruk juga bisa merusak gigi. Kandungan asam yang terserap ke sela-sela gigi akan tersimpan lama dan menyebabkan gigi berlibang. Jika tak ingin gigi menjadi rusak, sebaiknya segera minum air putih untuk membersihkan asam yang tersisa di mulut.
5. Makanan bertepung
Makanan yang dilapisi tepung umumnya digoreng hingga kering. Meskipun terasa renyah dan enak di mulut, ternyata makanan ini dapat menimbulkan bakteri yang membentuk plak gigi. Terlebih jika makanan tersebut masih panas atau baru matang, bisa-bisa gigi menjadi cepat rusak dan mudah ngilu.
6. Permen
Bagi Anda yang menyukai permen atau
makanan – makanan yang manis, hindarilah makan makanan ini secara berlebih.
Saat pertama anda memakannya perhatikan lidah anda terlebih dahulu, jika lidah
Anda berubah warna maka berhentilah untuk memakan makanan tersebut. Karena
makanan itu akan meninggalkan noda pada gigi dan membuat warna gigi tidak putih
bersih.
7.
Hindari minum minuman energi.
Jangan
biasakan minum – minuman energi setelah berolahraga, karena selain tidak baik
untuk kesehatan minuman energi juga tidak bagus untuk kesehatan gigi. Karena
dalam minuman energi ini terdapat kandungan asam yang tinggi dan dapat
menyebabkan email gigi terkikis sehingga kotoran mudah menempel pada gigi.
8.
Jangan terlalu sering minum teh
Teh
merupakan salah satu minuman yang menyehatkan, namun jika diminum secara rutin
teh dapat meninggalkan noda pada gigi. Dan penemuan terbaru teh herbal mampu menyebabkan
pewarnanaan dan pengikisan email pada gigi.
Makanan mengandung pemanis buatan
Jika
Anda tidak ingin terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis
buatan, maka coba amati perbedaan rasanya dengan pemanis alami. Pemanis buatan
memiliki aftertaste yang khas, antara lain:
1. Memiliki rasa manis yang pekat
Pemanis buatan memiliki rasa manis yang berlebihan dan sangat pekat. Bahkan, tak jarang rasa manisnya cenderung membuat rasa eneg setelah mengonsumsinya.
2. Ada rasa pahit yang tertinggal
Pemanis buatan yang terkandung dalam makanan atau minuman akan meninggalkan sisa rasa pahit dalam mulut. Hal ini disebabkan adanya kandungan bahan kimia sebagai bahan baku pemanis buatan tersebut.
3. Membuat tenggorokan menjadi kering
Salah satu ciri yang bisa membuat kita "menangkap basah" adanya pemanis buatan adalah tenggorokan yang terasa kering setelah menyantapnya. Otomatis Anda pun akan merasakan haus yang amat sangat. Jika tidak segera minum air putih, biasanya akan timbul serangan batuk dan penyakit tenggorokan lainnya.
1. Memiliki rasa manis yang pekat
Pemanis buatan memiliki rasa manis yang berlebihan dan sangat pekat. Bahkan, tak jarang rasa manisnya cenderung membuat rasa eneg setelah mengonsumsinya.
2. Ada rasa pahit yang tertinggal
Pemanis buatan yang terkandung dalam makanan atau minuman akan meninggalkan sisa rasa pahit dalam mulut. Hal ini disebabkan adanya kandungan bahan kimia sebagai bahan baku pemanis buatan tersebut.
3. Membuat tenggorokan menjadi kering
Salah satu ciri yang bisa membuat kita "menangkap basah" adanya pemanis buatan adalah tenggorokan yang terasa kering setelah menyantapnya. Otomatis Anda pun akan merasakan haus yang amat sangat. Jika tidak segera minum air putih, biasanya akan timbul serangan batuk dan penyakit tenggorokan lainnya.