Senin, 15 Desember 2014

kesehatan gigi dan mulut



ERUPSI GIGI PERMANEN

A.  DEFINISI ERUPSI GIGI
Menurut Lew, gigi dinyatakan erupsi jika tonjol gigi atau tepi insisal dari gigi muncul menembus gingival dan tidak melebihi 3 mm di atas gingival level yang dihitung dari tepi insisal gigi. Erupsi gigi adalah proses berkesinambungan meliputi perubahan posisi gigi melalui beberapa tahap mulai pembentukan sampai muncul kearah oklusi dan kontak dengan gigi antagonisnya/ lawannya (Lembaga penelitian UNPAD, 2006). Sebagaimana kulit manusia, terutama kulitari yang mengalami pergantian terus menerus, maka gigi juga mengalami hal seperti itu, namun tidak seperti yang terjadi pada kulit tubuh kita  (Shinta Margareta, 2012).  Pergeseran gigi manusia terutamaterjadi keara mesial tetapi pergerakan ini dapat ini juga komponen rotasi serta miring dan erupsi reaktivasi. Pergeseran ke mesial terjadi sebagai akibat pertumbuhan rahang atrisi permukaankontakin terproksimal gigi yang diikuti hilangnya kontur permukaan ini juga hilanganya permukaan oklusi karena karies dan kontur restorasi yang tidak tepat  (Isnindiah Koerniarti, 2006)
Pertumbuhan gigi pada manusia mengalami 2 fase pergantian. Diawali dari pertumbuhan gigi susu yang lengakappada umur 3 tahun dengan jumlah 20 gigi, kemudian diganti dengan fase gigi tetap yang diawali padausia 13 tahun keatas. Pertumbuhan gigi tetap ini menjadi lengkap setelah jumlah gigi menjadi 32 gigi, sekitar umur 17-21 tahun. Fase diantara awal fase gigi tetap sampai gigi tetap yang lengkap disebut fase gigi campur, yaitu umur 13-17 tahun. Seluruh gigi sulungakan di gantikan oleh gigi permanennya secara bertahap. Gigi seri sulung diganti oleh gigi seri  permanen, gigi taring sulung diganti oleh gigi taring permanen, gigi geraham sulung di ganti oleh gigi gerahamkecil permanen. Gigi gerahampermanen ( first molar ) erupsi di usia 6 tahun. Gigi ini sering kali dianggap sebagai gigi sulung, padahal gigi permanen.Tanpa di sadari, baik oleh anak maupun orang tua, gigi  tersebut berlubang, menimbulkan rasa nyeri, tidak bisa dirawat, dan akhirnya  harus dicabut. Anak akan kehilangan gigi geraham tersebut  selamanya.
Gigi tetap atau permanen adalah gigi yang tumbuh menggantikan gigi susu, jika gigi susu tanggal maka akan disusul oleh tumbuhnya gigi tetap, namun apabila gigi tetap tanggal maka tidak akan tumbuh gigi  penggantinya lagi. Gigi permanen pada orang  dewasa berjumlah total 32 gigi. Namun seiring waktu akibat kehilangan fungsinya, gigi geraham ke-3 tidak ada sehingga beberapa individu hanya memiliki 28 gigi.
JADWAL PERTUMBUHAN GIGI PERMANEN
Gigi tetap
RahangBawah
Rahang Atas
Jumlah
Gigi seri pertama
6-8 tahun
6,5 - 8,5 tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi serikedua
6-8 tahun
6,5 - 8,5 tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi taring
9 – 11 tahun
10 - 12tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi geraham kecil pertama
9,5 – 12 tahun
9,5 - 11,5 tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi geraham kecil kedua
9,5 – 12 tahun
9,5 – 15 tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi geraham besar pertama
6 – 7 tahun
6 – 7 tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi geraham besar kedua
11 – 13 tahun
11,5 – 12,5 tahun
2 atas – 2 bawah
Gigi geraham besar kedua
17 – 21 tahun
17 – 21 tahun
2 atas – 2 bawah
Total: 32 gigi




B.     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ERUPSI
1.      Faktor Genetik
Faktor genetic mempunyai pengaruh terbesar dalam menetukan waktu dan urutan erupsi gigi yaitu sekitar 78% termasuk proses kalsifikasi.
2.      Factor JenisKelamin
Pada umumnya waktu erupsi gigi anak perempuan lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Perbedaan ini berkisr antara 1 hingga 6 bulan.Waktu erupsi gigi anak perempuan lebih cepat dibanding dengan anak laki-laki disebabkan factor hormone yaitu estrogen yang memainkan peranan dalam pertumbhan dan perkembangan sewaktu anak perempuan mencapai pubertas.
3.      FaktorRas
Waktu erupsi gigi orang Eropa dan campuran Amerika dengan Eropa lebih lambat waktu erupsi orang  Amerika  berkulithitam dan Amerika Indian. Orang Amerika, Swiss, Perancis, Inggris, da Swedi termasuk ras yang sama.
4.      FaktorLingkungan
Faktor lingkungan tidak banyak mempengaruhi pola erupsi, factor tersebutadala:
1)      SosialEkonomi
Tingkat social ekonomi dapat mempengaruhi keadaan nutrisi, kesehatan seseorang.Anak dengan tingkat ekonomi rendah cendrung menunjukkan waktu erupsi gigi yang lebih lambat dibandingkan anak dengan tingkat ekonomi menengah.
2)      Nutrisi
3)      Nutrisi sebagai factor pertumbuhan dapat mempengaruhi erupsi dan proses kalsifikasi. Keterlambatan waktu erupsi gigi dapat kekurangan nutrisi, seperti vitamin D dan gangguan kelenjar endokrin.
5.      FaktorLokal
Fakto-faktor local yang dapat mempengaruhi erupsi gigi adalah jarak gigi ketempat erupsi, malformasi gigi, persistensi gigi desidui, adanya gigi berlebih, trauma terhadapbenih gigi mukosa gusi yang menebal, ankilosis pada akar gigi, dan gig sulung yang tanggal sebelum waktunya.
6.      FaktorPenyakit
Gangguan pada erupsi gigi desidui dan gigi permanen dapat disebab kan oleh penyakit sistemik seperti down syndrome.
C.    GEJALA DAN TANDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN ERUPSI GIGI (TEETHING) :
1.      Produksi air liur yang berlebihan dan air liur mengalir keluar mulut
2.      Nyeri
3.      Pendarahan atau bekuan darah, kadang-kadang dijumpai pada lokasi erupsi
4.      Demam
5.      Infeksi
6.      Tidurterganggu








Pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut

Kesehatan gigi dan mulut janganlah dianggap sepele karena gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tubuh kita. Drg HS Setyawan, MS dalam tulisannya yang berjudul Kesehatan Gigi Dan Mulut Hubungannya Dengan Kesehatan Umum menyebutkan telah  ada  beberapa  laporan  penelitian  yang menghubungkan antara kondisi kesehatan mulut dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Rees (1994) misalnya melaporkan orang  yang mempunyai penyakit penyangga gigi (periodontitis) berisiko mengalami stroke hampir 3 kali lebih banyak dan mengalami PJK 2 kali lebih banyak daripada orang yang jaringan penyangga giginya sehat.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan dugaan bahwa  penyakit  jaringan  penyangga  gigi  yang  disebabkan  terutama oleh bakteri gram negarif akan mengeluarkan racun (endotoksin) dan sitokin peradangan (sebagai  komponen  sistim  pertahanan  tubuh)  sehingga  memicu  terjadinya  pengapuran pembuluh  darah  (atherosklerosis)  dan  penyumbatan  pembuluh  darah (thromboembolik) yang menyebabkan PJK.
Menurut World Health Organization (WHO), pada 2012 ada sekitar 60-90 persen penduduk sebuah negara yang mengalami gigi berlubang. Dan gigi berlubang adalah “investasi untuk penyakit-penyakit kronis,” jelas Dr. drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS.

Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang memperhatikan atau menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan penyakit yang serius, gigi merupakan salah satu bagian yang sangat penting pada tubuh manusia, jika gigi memiliki masalah, maka kita akan kesulitan dalam berbicara, makan serta membuat hari-hari kita terganggu, jika kita mengabaikan kesehatan gigi dan mulut maka kuman banyak terdapat di dalam rongga mulut yang berakibat kerusakan gigi. Kerusakan berawal dari karies dan peradangan berasal dari sisa-sisa makanan yang di biarkan yang lama kelamaan akan menjadi pembusukan, yang mana kuman dalam rongga mulut (lacto bacillus acidophilus) yang mengubah sisa makanan menjadi asam, selain kuman baakteri juga berpengaruh dalam kesusakan dalam rongga mulut (streptococcus mutans) bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada jaringan gusi sehingga bias masuk kedalam aliran darah dan menyebabkan peradangan pada rongga tubuh yang lain misalnya ginjal, sendi, sakit kepala yang berkepanjangan dan  organ tubuh lainnya.
Cara memelihara kesehatan gigi dan mulut
1)      Menyikat gigi
Ø  Pengertian menyikat gigi
Kebiasaan rutinitas yang bertujuan untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, dengan cara Membersihkan kotoran yang lunak yang terdapat pada gusi dan gigi
Ø  Tujuan menyikat gigi
·         Memelihara kesehatan gigi dan mulut
·         Menjaga nafas tetap segar
·         Menghilangkan atau menghambat pertumbuhan plak
Ø  Akibat tidak menyakat gigi
·         Bau mulut
·         Mengakibatkan gigi berlobang atau karies
·         Mengakibatkan kalkulus atau karang gigi
Ø  Gosoklah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
Frekuensi menyikat gigi yang tepat adalah :
v  Pagi setelah sarapan
v  Malam hari sebelum tidur
Ø  Sekali dalam seminggu, berkumurlah dengan obat kumur. Ini dapat membantu mencegah terjadinya plak dan karang gigi.Obat kumur digunakan paling sedikit sekali sehari. Waktu yang paling tepat menggunakan obat kumur adalah sebelum tidur karena obat kumur memberikan efek antibakteri selama tidur saat aktivitas bakteri penyebab bau mulut meningkat. Obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengakibatkan mulut kering dan apabila digunakan dalam waktu lama dapat menyebabkan mukosa mulut terkelupas. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan obat kumur non-alkohol seperti yang mengandung sodium sakarin. Penggunaan tidak perlu terlalu berlebihan, kurang lebih 10-15 ml sudah cukup untuk membasahi seluruh permukaan mulut. Kumur sekurang-kurangnya 1-2 menit. Jangan kumur langsung dari botol, karena apabila tersentuh ludah, bahan akan terkontaminasi, sehingga bahan aktif selebihnya di dalam botol dapat menjadi rusak, akibatnya tidak berguna lagi untuk pemakaian selanjutnya. (Pintauli, 2008)
Ø  Sikat gigi dengan baik dan benar, yaitu dengan menjangkau ke seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi pergerakan sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan abrasi gigi, teknik menyikat gigi harus sederhana, tepat dan efektif waktu.
Teknik menyikat gigi ada 6
a.       Teknik Vertical
Teknik dengan kedua rahang tertutup, kemudiam perbukaan gigi disikat dengan gerakan ke atas dan kebawah
b.      Teknik horizontal
Menyikat gigi dengan gerakan kedepan dan kebelakang, untuk permukaan oklusal gerakan horizontal dapat dilakukan dan terbukti merupakan cara yang sesuai dengan bentuk anatonis permukaan oklusal
c.       Teknik roll atau modifikasi stillman
Bulu sikat di tempatkan pada gusi sejauh mungkin dari permukaan oklusal dan sisi bulu sikat digerakkan perlahan-lahan melalui permukaan gigi sehingga kepala bulu sikat bergerak dengan lengkungan, gerakan ini di ulangi 8-12 kali setiap daerah dengan sistematis sehingga tidak ada yang terlewat, cara ini terutama sekali menghasilkan pemijitan gusi dan juga membersihkan sisa makanan dari daerah interproksimal
d.      Vibraatori teknik
v  Teknik charter
Ujung-ujung bulu sikat diletakkan pada permukaan gigi membentik sudut 45derajat  mengarah ke oklusal
v  Teknik stilman-McCall
Posisi bulu sikat berlawanan dengan charter, sikat gigi di tempatkan sebagian pada gigi dan sebagian pada gusi membentuk sudut 45 derajad mengarah ke apek
v  Teknik bass
Sikat di tempatkan dengan sudut 45 derajt terhadap sumbu panjang gigi mengarah ke apikal dengan ujung-ujung bulu sikat pada tepi gusi


e.       Teknik fones atau teknik sirkuler
Bulu sikat ditempelkan tegak lurus pada permukaan bukal dan labial dengan gerakan dalam lingkaran-lingkaran besar sehingga gigi dan gusi rahang atas dan rahang bawah di sikat sekaligus
f.       Teknik fisiologik
Untuk teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu yang lunak, tangkai sikat gigi dipegang secara horizontal dengan bulu sikat tegak lurus terhadap permukaan gigi. Metode ini didasarkan atas anggapan bahwa penyikatan gigi harus menyerupai jalannya makanan, yaitu dari mahkota kearah gusi.

 . Cara menyikat gigi :
v  Untuk gigi depan adalah dengan gerakan keatas kebawah (teknik vertical)
v  Untuk gigi samping luar dengan gerakan maju mundur dan sedikat memutar (teknik fones atau teknik sirkuler)
v  Untuk gigi bagian deretan pengunyah adalah dengan gerakan maju mundur (teknik horizontal)
v  Untuk gigi bagian dalam atas dan bawah dengan gerakan mencongkel begitu pula gigi yang menghadap ke lidah dan langit-langit (Teknik roll atau modifikasi stillman)
v  Tidak lupa menggosok lidah

Ø  Memilih sikat gigi yang baik
v  Tangkai : tangkai sikat harus enak di pegang dan stabil, pegangan pegangan harus cukup lebar dan cukup tebal
v  Kepala sikat : jangan terlalu besar, untuk orang bewasa maksimal 25-29 mm x 10 mm, untuk anak-anak 15-24mm x 8 mm, jika gigi molar kedua sudah erupsi maksimal 20 mm x 7 mm, untuk anak belita 18 mm x 7mm.
v  Tekstur harus memungkinkan sikat digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan lunak maupun jaringan keras. Kekuatan bergantung pada diameter dan panjang filament, serta elastisitasnya, sikat yang lunak tidak dapat membersihkan plak dengan efektif, sikat gigi biasanya mempunyai 1600 bulu, panjang 11 mm, dan diameter  0,008 mm yang tersusun menjadi 0 rangkaian bulu dalam 3 dan  deretan
Ø  Menggunakan alat bantu sikat gigi yaitu benang gigi (dental floss)
Memilih menggnakan dental floss daripada menggunakan tusuk gigi saat membersihkan sisa makanan yang terselip di sela-sela gigi (inter dental area).  Karena penggunaan tusuk gigi yang tidak hati-hati dapat melukai gusi kita. Cara menggunakan dental floss di masukkan ke dalam daerah interproksimal melalui titik kontak, perlahan-lahan dengan gerakan gergaji. Lalu dilalukan gerakan keatas kebawah dengan gerakan gergaji sambil menekan kepermukaan aproksimal dari gigi yang sedang di bersihkan, cara selanjudnya sama seperti di atas, di mulai dari molar, terakhir sampai seluruh permukaan interproksimal bersih.

2)      Makanan yang menyehatkan dan merusak gigi
Makanan yang mengandung zat tepung seperti kentang goring, roti yang membuat plak pada gigi semakin tebal, dan makanan yang manis seperti permen, coklat yang menyebabkan gula tersebut menempel di gigi menjadi plak menimbulkan asam dan kelamaan mumbuat gigi berlobang. Serta makanan yang bersifat asam, terlalu banyak mengkonsumsi asam tidak bagus bagi kesehatan email makanan seperti lemon, jeruk dan tomat, yang dapat mengikis enamel.

Serta perbanyak mengkonsumsi makanan yang berserat seperti buah seperti buah apel, jambu biji, serta buah pir, karena ketiga buah tersebut dapat meingkatkan proses produksi saliva yang bsa menghilangkan noda secara bertahap, buah lainyya ialah buah nanas karena buah ini bisa menghilangkan noda paa gigi secara alami dan sayuran contohnya wortel, dan seletri dan mentimun, selain itu biji wijen bias membantu untuk menggosok plak pada gigi.

3)      Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali secara rutin. Jangan menunggu ada keluhan baru pergi ke dokter gigi. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati













KARIES GIGI
A.      PENGERTIAN
Karies gigi adalah suatu penyakit infeksi/ pembusukan yang terjadi pada gigi  disebabkan pembentukan plak keriogenik pada permukaan gigi yang menyebabkan demineralisasi pada gigi (demineralisasi pada gigi terjadi pada pH 5,5), demineralisasi terjadi dari hasil interaksi dari bakteri di permukaan gigi, plak atau biofilm dan diet, khususnya komponen kabohidrat yang dapat difermentasikan oleh bakteri plak menjadi asam, terutama asam latat dan asetat sehingga terjadi demineralisasi jaringan keras gigi dan memerlukan cukup waktu untuk kejadiannya.

B.        MAKANAN, MINUMAN DAN KEBIASAAN BURUK YANG DAPAT MENGAKIBATKAN KARIES GIGI
ü  Buah  kering
Agar lebih awet banyak buah dikeringkan. Jenis buah yang sering digunakan adalah anggur dan kurma. Teksturnya lengket dan mengandung banyak gula. Jika terlalu banyak dikonsumsi, gula pada buah kering dapat berubah menjadi bakteri di mulut dan meningkatkan risiko pengeroposan gigi.
ü  Minuman  bersoda
Rasanya yang manis dan menyegarkan disukai banyak orang. Sayangnya jika air manis ini mengendap lama di mulut, dapat membuat gigi menjadi keropos dan berlubang. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
ü  Minuman  beralkohol
Minuman beralkohol juga dapat merusak gigi. Pasalnya, minuman ini dapat menurunkan produksi air liur. Jika air liur berkurang maka partikel makanan yang tersisa di mulut sulit dibersihkan. Dengan begitu gigi dan gusipun bisa cepat rusak.
ü  Jeruk
Rasa asam pada jeruk juga bisa merusak gigi. Kandungan asam yang terserap ke sela-sela gigi akan tersimpan lama dan menyebabkan gigi berl
ubang. Jika tak ingin gigi menjadi rusak, sebaiknya segera minum air putih untuk membersihkan asam yang tersisa di mulut.
ü  Melakukan sikat gigi yang jarang
Kebiasaan masyarakat yang vmenyepelekan menggosok gigi secara teratur, pada umunya rata-rata masyarakat menggosok giginya pada pagi hari saja dan malam akan tidur tidak melakukan gosok gigi, ini slah satu contoh yang dapat menyebabkan gigi berlubang atau karies gigi
C.MAKANAN, MINUMAN DAN TINDAKAN/ KEBIASAAN YANG MENYEHATKAN GIGI DAN TANPA MENYEBABKAN GIGI KARIES

1.      Paprika
Paprika yang memiliki beberapa varian warna ini memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi. Jika Paprika dimakan langsung tanpa dimasak, khasiatnya akan lebih terasa bagi gusi dan gigi Anda. Sebab paprika dapat membersihkan sisa-sisa makanan pada mulut Anda.  Dan menurangi gigi terjangkit dengan karies gigi
2.      Teh Hijau Tanpa Gula
Teh hijau sangat baik diminum sehabis makan, karena ekstrak daun teh-nya mampu membersihkan kotoran-kotoran sisa makanan yang masih suka tersangkut di dalam mulut. Tapi jangan tambahkan gula dalam teh hijau tersebut, sebab kandungan gula dapat merusak lapisan gigi jika di konsumsi terus menerus. Oleh sebab itu, hindarilah minuman/makanan yang manis atau mengandung pemanis buatan yang berlebihan.
3.      Ikan Salmon
Salmon adalah ikan yang memiliki kandungan gizi paling tinggi diantara jenis ikan lainnya. Salmon kaya akan vitamin D yang baik bagi perlindungan untuk gusi dan gigi. Salmon ini tetap dapat dinikmati walau tanpa dimasak. rasanya juga cukup enak, walau harganya sedikit mahal tapi sungguh tak ada salahnya sekali-kali makan ikan salmon karena khasiatnya luar biasa.
4.      Brokoli
Sayuran brokoli sangat bagus untuk mencegah gusi berdarah karena kandungan vitamin C nya yang banyak.

D.TIPS MENJAGA GIGI DARI KARIES/ LUBANG GIGI
·                     Sikat gigi dengan pasta gigi berflouride dua kali sehari pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur
·         Hindari makanan yang terlalumanis dan lengket juga kurangi minum minuman yang manis dan bersoda
·         Penggunaan flouridebaik secara local maupun sistemik
·         Lakukan kunjungan ke dokter gigi atau perawat gigi tiap 6 bulan sekali

BAU MULUT

A. Pengertian Bau Mulut
Bau mulut merupakan keluhan yang umum dan populer di kenal sebagai nafas yang berbau menyengat, seperti nafas bau sementara termasuk sesudah makan sesuatu, seperti bawang putih atau bawang merah dan beberapa obat-obat, seperti Paraldehyde.
Halitosis adalah suatu keadaan yang berhubungan dengan bau yang mempunyai sumber di dalam rongga mulut atau di luar rongga mulut.

C.     Penyebab Bau Mulut

 Penyebab bau Mulut disebabkan oleh 2 faktor. Yaitu faktor yang berasal dari mulut itu sendiri dan faktor yang tidak berasal dari mulut. Penyebab bau  mulut terkadang memang sangat membingungkan. Meskipun rongga mulut tidak bermasalah, gigi dan gusi terawat, kebersihan mulut terjaga, sudah menghindari makanan yang berbau, tidak ada penyakit sistemik, tapi masih saja mulut mengeluarkan bau tidak sedap.  Penyakit mulut berbau ini dalam ilmu kedokteran dikenal dengan istilah Halitosis. Halitosis adalah suatu  keadaan terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas, biasanya tercium saat berbicara. Tingkat halitosis saat ini dapat diukur dengan alat Halitometer.

FAKTOR PENYEBAB BAU MULUT

1. Faktor Yang bersumber dari dalam mulut
·         Kebersihan mulut dan gigi
·         Jenis makanan yang dimakan
·         Penyakit pada gigi, mulut dan gusi.
2. Faktor Yang bersumber bukan dari dalam mulut
·         Penyakit sistemik seperti penyakit ginjal, sirosis hepatis, diabetes melitus, TBC paru
·         Penyakit pada saluran pencernaan



C.Pencegahan Bau Mulut

1.      Hal pertama adalah senantiasa menjaga kesehatan mulut dengan cara menggosok gigi secara rutin pada pagi hari atau habis sahur dan sebelum tidur. Pada saat menggosok gigi usahakan untuk menggosok bagian langit-langit mulut kita dan juga lidah, karena biasanya sisa-sisa makanan biasa nempel dibagian-bagian tersebut.
2.      Usahakan untuk hindari makanan yang berbau/menyengat seperti bawang, durian, atau petai.
3.      Perbanyaklah minum air putih berguna untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
4.      Mengkonsumsi makanan probiotik, berguna mencegah bau mulut dan membantu kesehatan pencernaan.
5.      Sebaiknya menghindari alkohol dan rokok karena hal tidak ada gunanya, semuanya itu dapat memicu terjadinya periodontitis dan gingivitis yang memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, alkohol dapat mengurangi produksi air liur yang mengakibatkan semakin cepatnya perkembangan bakteri.
6.      Senantiasa mengkonsumsi buah dan sayuran seperti apel, wortel, bengkuang. Pada saat anda berbuka disarankan untuk mengkonsumsi buah.
7.      Bahan-bahan seperti ketumbar, mint, tarragon, kayu putih, rosemary dan kapulaga dapat menangkal dan memerangi bau mulut.
8.      Konsumsi keju dapat memerangi bakteri dalam mulut kita, karena keju kaya akan kalsium, rendah karbohidrat, dan mengandung fosfat sehingga bermanfaat untuk meningkatkan produksi air liur, dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
9.      Konsumsi vitamin C juga dapat mengatasi bau mulut, karena dapat vitamin C dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri. Dapatkan vitamin C dari buah dan makanan lain, jangan dari suplemen, karena itu hanya justru memperparah bau mulut.
10.  Dan yang terakhir, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan obat kumur.





D. Pengobatan Bau Mulut
 Langkah pengobatan tersebut antara lain:

·                     Rajin merawat kebersihan gigi.
·                     Menjauhi kebiasaan merokok.
·                     Sering mengunyah permen karet yang dilengkapi mint agar mulut selalu segar.
·                     Berkumur setelah makan atau minum produk susu, ikan atau daging.Menjauhi bebrapa makanan tertentu juga bisa menjauhkan bau mulut.
·                     Perbanyak menyantap lalapan atau sayuran dan juga buah-buahan segar agar pencernaan lebih lancar. Perbanyak pula olahraga untuk merangsang metabolism tubuh, ingat, metabolism yang terganggu akan membuat makanan menumpuk dalam perut dan menyebabkan bau  pada nafas
Makanan yang menyehatkan gigi:
1. Teh Hijau.
            Teh hijau memiliki senyawa yang sangat bermanfaat bagi gigi, antioksidan alaminya mencegah plak terakumulasi sehingga mengurangi resiko gigi berlubang dan bau mulut. Beberapa jenis teh hijau bahkan mengandung fluoride yang dapat melindungi gigi dari kerusakan.
2. Produk susu dan yogurt rendah lemak dan gula
            Susu dan yogurt selain minuman sehat dapat membantu mengurangi resiko erosi pada gigi karena kaya kalsium.
3. Keju
            Keju adalah produk turunan dari susu yang memiliki manfaat yang signifikan karena mengandung fosfat dan kalsium. Selain itu keju membantu menyeimbangkan tingkat keasaman atau pH dalam mulut, menghasilkan air liur yang lebih banyak dan membangun kembali enamel gigi, serta membunuh bakteria penyebab gigi berlubang dan penyakit gusi.
4.Buah-buahan
            Buah yang dimakan mentah dapat mengurangi plak dan memijat gusi Anda. Pilihlah buah-buahan yang kaya vitamin C, karena jika Anda kekurangan vitamin C dapat menyebabkan gigi dan gusi lebih rentan terhadap penyakit.
5. Sayuran
            Sayuran seperti brokoli, wortel, ubi jalar, dan labu kaya akan vitamin A yang baik untuk membangun enamel gigi. Akan sangat baik jika memakannya mentah.
6. Bawang merah
            Bawang kaya akan senyawa belerang yang merupakan anti bakteri yang kuat, dapat membunuh bakteri yang membahayakan gigi dan gusi. Namun memakan bawang mentah memberi efek samping, yaitu bau.
7. Seledri
            Seledri adalah teman bagi para dokter gigi, mengapa? Karena makan seledri mentah akan membantu membersihkan gigi Anda dan membuat mulut memproduksi banyak air liur yang menetralkan bakteria penyebab gigi berlubang.
8. Biji wijen
            Biji wijen yang dikombinasikan dengan roti dan bolu gulung dapat melarutkan plak serta membantu menjaga email gigi. Biji wijen yang lezat ini juga kaya kalsium yang menjaga gigi dan rahang tetap sehat.
9. Protein
            Protein hewani seperti daging sapi, ayam, telur dan kalkun kaya akan fosfor, kalsium dan vitamin D. Pastikan Anda mengkonsumsi protein yang cukup setiap hari.
10. Air
            Air bukan saja memberi kehidupan saat meminumnya, namun saat berkumur air membersihkan mulit sehingga air liur dapat memelihara gusi dan gigi dengan baik.
Makanan yang menyehatkan gigi dan mulut.
            Jenis makanan yang di sarankan:
·         Kaya fosfor dan kalsium. Daging ayam, daging sapi, kacang-kacangan, keju, dan susu.Jenis makanan ini dapat melindungi enamel gigi dengan memberikan kalsium dan fosfor yang dibutuhkan untuk proses remineralisasi gigi, yaitu proses alami di mana mineral disimpan kembali dalam enamel gigi yang sebelumnya terlepas karena asam. 
·         Kaya kandungan air. Buah yang renyah, seperti apel, pir, dan sayur-sayuran seperti seledri. Buah atau sayuran dengan kandungan air yang tinggi mampu mengurangi efek gula dan menstimulasi pengeluaran air liur (saliva). Air liur dapat membantu melindungi terjadinya pembusukan gigi dengan cara membawa sisa makanan dari gigi dan mengurangi keasaman mulut. Oleh karena itu, buah dan sayur dikenal sebagai "sikat gigi alami.”
·         Kaya kandungan vitamin C. Jeruk, nanas, pepaya, sirsak, stroberi, belimbing, jambu biji, dan kiwi. Penelitian menunjukkan, kurang vitamin C memiliki risiko terkena radang gigi dan gusi yang lebih besar. Kekurangan vitamin C menyebabkan kurangnya pembentukan jaringan kolagen di mulut, terutama di gusi, menurunkan respons sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada gusi, lebih banyak plak dan gigi yang karies (berlubang). 
·         Kaya kandungan vitamin B dan asam folat. Sayuran hijau dan whole wheat. Cukup vitamin B akan mengalami penyembuhan luka gusi yang lebih cepat. Jumlah folat yang rendah dalam darah juga menandakan risiko seseorang mengalami penyakit gigi dan mulut. Catatan: Tepung putih cenderung rendah vitamin B.
·         Kaya komponn isotiosinat. Hanya ada pada lobak yang mempunyai komponen isothiocyanate yang memiliki aktivitas antibakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini dikenal sebagai salah satu bakteri yang menjadi pemicu plak (karang gigi) dan radang gigi sehingga gigi berisiko keropos. 
·         Kaya mineral dan kalsium. Minyak wijen. Kandungan kalsium dalam wijen cukup tinggi. Di India dikenal terapi kumur minyak wijen. Terapi ini dilakukan dengan berkumur selama 3–20 menit dengan 1 sendok makan minyak wijen setiap hari, dan dipercaya berkhasiat untuk melindungi gigi dari pembentukan karang–plak. Minyak wijen bermanfaat sebagai antibakteri yang berperan dalam pembentukan plak-karang gigi, sehingga melindungi dari terjadinya karies gigi.  
·         Kaya polifenol. Teh hitam dan teh hijau. Polyphenol dapat menekan pertumbuhan bakteri pembentuk plak gigi, mencegah radanga gigi dan gusi. Teh juga banyak mengandung fluoride yang dapat memperkuat gigi. Penelitian juga menunjukkan, membiarkan teh dalam mulut selama 2–5 menit dapat meningkatkan kapasitas antioksidan air liur. Sebaiknya, konsumsi teh tanpa gula.
·         Kaya lentinan. Jamur shiitake. Menurut penelitian dalam jurnal Caries Research, jamur shiitake menghambat 2 jenis bakteri di mulut yang berperan dalam pembentukan plak gigi dan radang gusi. Komponen-komponen yang diduga berperan dalam jamur shiitake adalah lenthionine, lentinan, dan turunan disulfida.
·         Kaya antioksidan. Anggur, jeruk, stroberi, kiwi. Antioksidan, misalnya vitamin C, beta karoten, dan vitamin E dapat menetralkan radikal bebas sehingga jaringan gusi tetap terjaga.  Vitamin E juga mampu mengurangi radang gigi dan gusi serta pemecahan jaringan kolagen di mulut. Konsumsi 2 buah anggur segar setiap hari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan bakteri yang menempel di gusi.
Makanan yang bisa merusak gigi
            Makanan bernutrisi tidak selalu baik untuk kesehatan. Seperti buah jeruk, meskipun mengandung tinggi vitamin C ternyata rasa asamnya bisa merusak gigi. Juga bisa menyebabkan pengeroposan dan gigi berlubang.
             Berikut lima jenis makanan yang dapat merusak gigi.
1. Buah kering
Agar lebih awet banyak buah dikeringkan. Jenis buah yang sering digunakan adalah anggur dan kurma. Teksturnya lengket dan mengandung banyak gula. Jika terlalu banyak dikonsumsi, gula pada buah kering dapat berubah menjadi bakteri di mulut dan meningkatkan risiko pengeroposan gigi.
2. Minuman bersoda
Rasanya yang manis dan menyegarkan disukai banyak orang. Sayangnya jika air manis ini mengendap lama di mulut, dapat membuat gigi menjadi keropos dan berlubang. Karena itu, konsumsi minuman manis perlu dibatasi.
3. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol juga dapat merusak gigi. Pasalnya, minuman ini dapat menurunkan produksi air liur. Jika air liur berkurang maka partikel makanan yang tersisa di mulut sulit dibersihkan. Dengan begitu gigi dan gusipun bisa cepat rusak.
4. Jeruk
Rasa asam pada jeruk juga bisa merusak gigi. Kandungan asam yang terserap ke sela-sela gigi akan tersimpan lama dan menyebabkan gigi berlibang. Jika tak ingin gigi menjadi rusak, sebaiknya segera minum air putih untuk membersihkan asam yang tersisa di mulut.
5. Makanan bertepung
Makanan yang dilapisi tepung umumnya digoreng hingga kering. Meskipun terasa renyah dan enak di mulut, ternyata makanan ini dapat menimbulkan bakteri yang membentuk plak gigi. Terlebih jika makanan tersebut masih panas atau baru matang, bisa-bisa gigi menjadi cepat rusak dan mudah ngilu.
6. Permen
Bagi Anda yang menyukai permen atau makanan – makanan yang manis, hindarilah makan makanan ini secara berlebih. Saat pertama anda memakannya perhatikan lidah anda terlebih dahulu, jika lidah Anda berubah warna maka berhentilah untuk memakan makanan tersebut. Karena makanan itu akan meninggalkan noda pada gigi dan membuat warna gigi tidak putih bersih.
7. Hindari minum minuman energi.
Jangan biasakan minum – minuman energi setelah berolahraga, karena selain tidak baik untuk kesehatan minuman energi juga tidak bagus untuk kesehatan gigi. Karena dalam minuman energi ini terdapat kandungan asam yang tinggi dan dapat menyebabkan email gigi terkikis sehingga kotoran mudah menempel pada gigi.
8. Jangan terlalu sering minum teh
Teh merupakan salah satu minuman yang menyehatkan, namun jika diminum secara rutin teh dapat meninggalkan noda pada gigi. Dan penemuan terbaru teh herbal mampu menyebabkan pewarnanaan dan pengikisan email pada gigi.
Makanan mengandung pemanis buatan
Jika Anda tidak ingin terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, maka coba amati perbedaan rasanya dengan pemanis alami. Pemanis buatan memiliki aftertaste yang khas, antara lain:
1. Memiliki rasa manis yang pekat
Pemanis buatan memiliki rasa manis yang berlebihan dan sangat pekat. Bahkan, tak jarang rasa manisnya cenderung membuat rasa eneg setelah mengonsumsinya.
2. Ada rasa pahit yang tertinggal
Pemanis buatan yang terkandung dalam makanan atau minuman akan meninggalkan sisa rasa pahit dalam mulut. Hal ini disebabkan adanya kandungan bahan kimia sebagai bahan baku pemanis buatan tersebut.
3. Membuat tenggorokan menjadi kering
Salah satu ciri yang bisa membuat kita "menangkap basah" adanya pemanis buatan adalah tenggorokan yang terasa kering setelah menyantapnya. Otomatis Anda pun akan merasakan haus yang amat sangat. Jika tidak segera minum air putih, biasanya akan timbul serangan batuk dan penyakit tenggorokan lainnya.